banner 468x60
Kab. KupangKab. LembataKab. Sumba TimurMalakaProv Nusa Tenggara TimurTimor Tengah Selatan
Avatar photo
3
×

Sebarkan artikel ini

Lonjakan Tiga Kali Lipat! SBT Dunia Usaha NTT Tembus 43,81% di Q2 2026

 

banner 468x60

Kupang – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama TPID Kota Kupang terus memperkuat upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi melalui pemberdayaan generasi muda. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan program urban farming dan hilirisasi komoditas cabai dengan melibatkan siswa-siswi SMA dan SMK di Kota Kupang.

 

Program tersebut dirancang untuk memperluas pemanfaatan lahan terbatas di lingkungan sekolah sebagai kawasan produktif yang mampu menghasilkan komoditas hortikultura, khususnya cabai. Selain meningkatkan ketersediaan pangan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran praktis bagi pelajar mengenai budidaya pertanian modern, pengolahan hasil panen, hingga pengembangan nilai tambah produk.

Baca Juga :  Atlet Taekwondo Dojang Kodim 1621/TTS, Siap Harumkan Nama Bangsa di Ajang Kejuaraan Heroes Internasional Taekwondo Thailand

 

Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta institusi pendidikan diharapkan dapat membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya sektor pertanian dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Melalui pendekatan tersebut, pelajar tidak hanya memperoleh keterampilan bercocok tanam, tetapi juga diperkenalkan pada konsep kewirausahaan berbasis hasil pertanian.

 

Dalam pelaksanaannya, hilirisasi cabai menjadi salah satu fokus utama. Komoditas yang selama ini dikenal memiliki fluktuasi harga tinggi diarahkan untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi sehingga memiliki daya simpan lebih lama dan mampu mengurangi potensi kerugian saat produksi melimpah.

Baca Juga :  Bank NTT Salurkan Bantuan Pendidikan, SMAK Syuradikara Dapat Dukungan Renovasi Aula Oleh CSR

 

Langkah ini juga dinilai mampu mendukung pengendalian inflasi dari sisi pasokan. Dengan semakin banyak sekolah yang memproduksi cabai melalui urban farming, kebutuhan masyarakat dapat terbantu, sementara pengolahan hasil panen menjadi produk turunan diharapkan memperkuat rantai nilai komoditas hortikultura di daerah.

 

TPID Provinsi NTT menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Keterlibatan dunia pendidikan diyakini dapat melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap ketahanan pangan sekaligus membuka peluang usaha baru berbasis pertanian.

Baca Juga :  Direktur PDAM Kupang Lilijawa Hadirkan Program Air Bersih. Cukup Rp800 Ribu untuk Sambungan Baru

 

Ke depan, program urban farming dan hilirisasi cabai diharapkan dapat direplikasi di lebih banyak sekolah di Kota Kupang maupun kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur. Dengan demikian, manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam mendukung stabilitas harga pangan, tetapi juga menciptakan sumber daya manusia yang lebih produktif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian di masa depan.

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!