SIPOHOLON – Pemeliharaan sarana dan prasarana disekola SMP Negeri 2 Sipoholon jadi sorotan masyarakat, faktanya plafon yang rusak dan kaca-kaca jendela yang tidak terawat serta toilet yang hancur-hancuran menjadi pertanyaan terkait penggunaan Dana Bos disekolah SMP Negeri 2 Sipoholon (Taput).
“Hancur boss! Dulu waktu kami datang bulan Desember tahun lalu, Dermawita Hutagalung sebagai kepala sekolah, dibilangnya masih baru disana. Sekarang juga begitu. Tidak ada perubahan! Kemana anggaran dana Bos untuk Sarpras itu? Ntah mau dibawa kemana SMP Negeri 2 Sipoholon ini.. Kalau begini Sipumpe aja dibikin kepala sekolah disini!” ujar Panuturi Simanjuntak sebagai pemerhati pendidikan saat kunjungan ke SMP Negeri 2 Sipoholon.(24/09/2026)
Panuturi juga mengatakan bahwa plafon digedung sekolah tersebut rawan dan berpotensi kecelakaan bagi siswa-siswi SMP Negeri 2 Sipoholon.
” Ini sangat miris. Lihat plafonnya udah mau runtuh, bisa berpotensi menimpa anak didik itu. Dari dulu sampai sekarang tetap begitu! Dana Bos tahun 2026 ini untuk sarpras kemana? capek-capek masyarakat itu bayar pajak untuk gaji kepala sekolah dan dana bos itu. Ini harus benar-benar diperiksa oleh inspektorat.” sambungnya.

Dermawita Hutagalung sebagai kepala sekolah mengatakan semenjak disekolah tersebut bahwa dirinya sudah melakukan perbaikan di SMP Negeri 2 Sipoholon.
Ditanya, kemana saja dana BOS SMP Negeri2 Sipoholon tahun anggaran 2026 ini?
” Trali itu 2, buku semua sudah pas. Baru ruang komputer. Baru setengah tahun aku disini.” jawab Dermawita Hutagalung.
Dermawati juga mengatakan bahwa mereka belanja dari CV Davindo. Dermawati juga mempermasalahkan bahwa dari media tidak berhak mempertanyakan terkait penggunaan Dana Bos disekolah tersebut, dan harus ada suratnya.
Menanggapi hal itu, Panuturi juga menjelaskan bahwa kepala sekolah SMP Negeri 2 Sipoholon terkesan arogan.
” Kalau Ibu Dermawati Hutagalung sebagai Kepala sekolah SMP Negeri 2 Sipoholon mengatakan harus pakai surat. Oke,,kita semakin tertantang. Kita akan surati nanti Inspektorat dan Kejaksaan untuk melakukan penyelidikan dan penghitungan ulang kembali. Tapi harusnya Ibu Dermawati bisa lebih koperatif terhadap pihak kontrol sosial. Mungkin beliau gak sadar bahwa yang dia kelolah itu adalah uang rakyat dari hasil pajak rakyat. Dan mungkin ibu ini perlu dibina dan disadarkan! Bapak Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat kiranya bisa mengevaluasi kepala sekolah SMP Negeri 2 Sipoholon.” jelas Panuturi.
Hal ini pun disampaikan kepada Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat sebagai Bupati Tapanuli Utara.
” Ok amang, mauliate informasinya,” jawab Taripar Parsaoran Hutabarat via aplikasi Wa.
Masyarakat berharap adanya evaluasi Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sipoholon demi perbaikan pendidikan di SMP Negeri 2 Sipoholon.
(Timbul Simanjuntak)















