banner 468x60
Berita
Avatar photo
20
×

Sebarkan artikel ini

Dari Atambua, Semangat Rupiah Berdaulat Didorong Jadi Kekuatan Ekonomi Perbatasan

ATAMBUA — Lapangan Simpang Lima Atambua dipadati ribuan masyarakat saat rangkaian Garuda Sakti (Gerakan Rupiah Berdaulat di Daerah Perbatasan Negeri) Cross Border Fest 2026 mencapai puncaknya, Sabtu malam.
Festival yang berlangsung selama lima hari, 4–8 Agustus 2026, tersebut ditutup dengan pesan penting: penguatan kedaulatan Rupiah di kawasan perbatasan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas masyarakat, pengembangan UMKM dan perluasan ekonomi digital.
Lebih dari sekadar perhelatan hiburan, Garuda Sakti Cross Border Fest menjadi ruang pertemuan antara edukasi, budaya, ekonomi kreatif dan digitalisasi transaksi. Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam berbagai aktivitas yang membawa pesan tentang pentingnya Rupiah dan penguatan ekonomi daerah.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Alfin Ari Wijayanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat “BI Bermakna”, terutama dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat di wilayah perbatasan.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan festival merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan berbagai program penguatan ekonomi di daerah perbatasan.
“Sinergi dan kolaborasi yang luar biasa dari seluruh pihak menjadi bagian penting sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat terselenggara dengan aman dan tertib,” kata Alfin.
UMKM Jadi Bagian Penting Festival
Dampak ekonomi menjadi salah satu sisi yang menonjol dalam penyelenggaraan Garuda Sakti Cross Border Fest 2026. Sebanyak 120 UMKM lokal mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran UMKM tidak hanya memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas pasar dan mengenalkan pola transaksi yang lebih modern.

banner 468x60

Bank Indonesia mendorong pelaku UMKM agar mampu mengikuti perkembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital. Salah satu instrumen yang terus diperkenalkan adalah QRIS.
Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Pasar Murah selama festival yang mencatat 2.977 transaksi menggunakan QRIS.

Baca Juga :  DPD Pemuda Tani NTT Siap Gerakkan Pertanian Flobamora dengan Inovasi dan Teknologi

Angka tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital. Penggunaan QRIS memberikan alternatif transaksi yang praktis sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk masuk lebih jauh ke dalam ekosistem ekonomi digital.
Bagi masyarakat di kawasan perbatasan, transformasi tersebut dinilai penting karena perkembangan ekonomi digital dapat membuka akses yang lebih luas terhadap aktivitas perdagangan dan layanan keuangan.

Festival Tidak Berhenti pada Hiburan
Ketua Tim Event Internasional Kementerian Pariwisata RI, Arya Galih Anindita, menekankan bahwa festival semacam ini seharusnya memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan keramaian.
Ia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti berbagai kompetisi dengan semangat dan sportivitas.
Menurutnya, kegiatan tersebut harus mampu menjadi ruang edukasi dan inovasi, khususnya bagi UMKM lokal, sehingga keberadaannya memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.

Pesan itu sejalan dengan konsep Garuda Sakti Cross Border Fest yang memadukan kegiatan ekonomi, budaya dan edukasi dalam satu rangkaian acara.
Masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai Cinta, Bangga dan Paham Rupiah (CBP Rupiah), QRIS dan PEKA melalui berbagai kegiatan interaktif yang dikemas dalam bentuk kuis berhadiah.
Pendekatan tersebut membuat materi edukasi lebih mudah diterima masyarakat karena disampaikan bersamaan dengan aktivitas hiburan dan interaksi publik.
Generasi Muda Turut Dilibatkan
Pesan mengenai kedaulatan Rupiah dan pembangunan ekonomi perbatasan juga diarahkan kepada generasi muda melalui Garuda Championship.
Berbagai perlombaan digelar mulai dari tingkat sekolah dasar hingga SMA/SMK. Untuk tingkat SD terdapat Lomba Mewarnai dan Cerdas Cermat. Tingkat SMP diisi dengan Rangking 1 dan Lomba Pidato, sedangkan tingkat SMA/SMK menghadirkan Lomba Inovasi dan Tari Kreasi.
Pelibatan pelajar menjadi bagian penting karena pemahaman mengenai Rupiah, kreativitas dan semangat membangun daerah perlu ditanamkan sejak dini.
Pada kesempatan yang sama, penghargaan juga diberikan kepada Guru Penggerak di daerah 3T. Apresiasi tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap para pendidik yang terus menjalankan tugas mencerdaskan generasi bangsa di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses.
Lebih dari 5.000 Orang Hadir
Suasana penutupan semakin meriah dengan kehadiran lebih dari 5.000 masyarakat di Lapangan Simpang Lima Atambua.

Baca Juga :  Akibat Dibobolnya Tanggul Penahan Air, Warga Yang Ada Disekitaran PT. Milano Resah Akan Banjir

Pertunjukan musik menjadi salah satu magnet utama, namun di tengah kemeriahan tersebut pesan mengenai Rupiah dan ekonomi digital tetap menjadi bagian penting.
Pemerintah Kabupaten Belu turut menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang diberikan Bank Indonesia Provinsi NTT bersama Kementerian Pariwisata RI.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu K. Birri, menyampaikan penghargaan atas kontribusi seluruh pihak sehingga festival dapat berjalan dengan baik.
Acara penutupan turut dihadiri Dansatgas Pamtas RI-RDTL, Wadanyon A Pelopor, perwakilan KBRI Timor-Leste, pimpinan perbankan, unsur Forkopimda Kabupaten Belu serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Baca Juga :  Komsos Kali Ini Babinsa Koramil 05/Panite, Upayakan Promosi Ikan Segar Lewat Medsos, Simak!

Meninggalkan Ruang Edukasi
Berakhirnya festival tidak berarti berakhir pula upaya memperkuat pemahaman masyarakat mengenai Rupiah.
Bank Indonesia Provinsi NTT terus mendorong edukasi Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, salah satunya melalui Pojok Literasi CBP Rupiah yang diharapkan menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat Atambua.
Fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai Rupiah, sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan menggunakan Rupiah dalam transaksi di wilayah Indonesia.
Garuda Sakti Cross Border Fest 2026 akhirnya ditutup bukan hanya dengan pertunjukan dan perayaan, tetapi dengan sebuah pesan bahwa kawasan perbatasan memiliki potensi besar untuk tumbuh apabila kedaulatan Rupiah, pemberdayaan masyarakat dan digitalisasi ekonomi dibangun secara bersama-sama.
Atambua telah menjadi panggung untuk menunjukkan bahwa perbatasan bukan sekadar garis terluar Indonesia. Di kawasan ini, kedaulatan negara juga hadir melalui transaksi masyarakat, aktivitas UMKM, pendidikan, budaya dan geliat ekonomi lokal.

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!