HUMBAHAS – Pengelolaan Keuangan disekolah SMA Negeri 1 Parlilitan menuai sorotan, masyarakat mempertanyakan mulai dari pungutan uang komite, Dana Bos dan juga proyek revitalisasi di SMA Negeri 1 Parlilitan.
Salah satu warga Parlilitan yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa setelah Harri Manullang sebagai kepala sekolah SMA Negeri 1 Parlilitan, kini perawatan dan pemeliharaan berkurang,
“Setelah bapak Harri Manullang inilah kepala sekolah di SMA Negeri 1 Parlilitan ini, kami melihat jauh penurunan kwalitas sekolah ini. Dulu waktu Bapak Panutur sebagai kepala sekolah disini, ini sering mendapat prestasi! Apakah Bapak Harri Manullang karena bukan warga Parlilitan sehingga beliau kurang memperhatikan sekolah ini? Sebab semua ditangani oleh Pak Manukkalit sebagai bendahara Dana Bos di sekolah ini. Menurut siswa-siswi disana juga beliau jarang masuk.” ujar Sihotang salah satu orang tua murid SMA Negeri 1 Parlilitan. (08/09/2026)

Namun bukan hanya tentang prestasi, Panuturi Simanjuntak sebagai salah satu pemerhati pendidikan menyoroti tentang buruknya pengelolaan Dana Bos TA 2024-2025, Pungutan Dana Komite juga proyek Revitalalisasi Ta 2026 di SMA Negeri 1 Parlilitan, hal ini menurutnya kuat dugaan penyelewengan.
” Terkait pengelolaan keuangan di SMA Negeri 1 Parlilitan rawan korupsi, mulai dari Pungutan Dana Komite Rp35 ribu-40ribu yang membebankan orang tua siswa, Dan Bos dan juga revitalisasi saya duga ini semua bermasalah! Anggaran untuk pemeliharaan Sarpras daei Dana Bos jangan-jangan fiktif! Sebab masih banyak sarpras yang rusak tidak ada perbaikan. Proyek revitalisasinya juga terkesan asal jadi.” ungkap Panuturi Simanjutak.
Panuturi juga mengatakan bahwa terkait pengelolaan keuangan di SMA Negeri 1 Parlilitan akan disurati kepada APH untuk segera melakukan penyelidikan terkait dugaan tersebut,
“Hal ini kita nanti akan surati KIP dulu agar kita dapat semua SPJnya. Lalu kita surati APH,” jawab Panuturi.
Hingga berita ini diterbitkan, Harri Manullang sebagai Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Parlilitan belum menanggapi konfirmasi dari awak media.
Warga Parlilitan berharap Kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi agar adanya evaluasi terkait kepala sekolah SMA Negeri 1 Parlilitan demi perbaikan sekolah tersebut.
” Anggo holan naso masuk do kantor do kepala sikkolah i, tumagon diganti dah! Molo namarsahit-sahit do kan boi do mengundurkan diri. Iada sai tabayari pajak i, sai tabyari uang komite lao gaji ni halaki alai jarang masuk.!” ujar Sihotang warga Parlilitan.
(Timbul.S)















