banner 468x60
BeritaDaerahDaerahNasionalProv Nusa Tenggara Timur

ERB 2026 Berlayar ke Lima Pulau 3T NTT, Bank Indonesia dan TNI AL Bawa Rupiah serta Bantuan Kemanusiaan

Avatar photo
22
×

ERB 2026 Berlayar ke Lima Pulau 3T NTT, Bank Indonesia dan TNI AL Bawa Rupiah serta Bantuan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini

 

KUPANG, 20 Agustus 2026 – Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali memperkuat sinergi dalam memastikan layanan Rupiah menjangkau masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil (3T).

banner 468x60

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026, yang berlangsung pada 20–26 Agustus 2026 menggunakan KRI Hiu-634, Bank Indonesia membawa misi untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya mencintai, menggunakan, dan memahami Rupiah.

Tahun ini, ekspedisi tersebut menyasar lima wilayah kepulauan di NTT, yakni Pulau Riung, Pulau Palue, Pulau Pemana, Pulau Waiwerang, dan Pulau Lamalera. Untuk mendukung kebutuhan penukaran masyarakat, ERB 2026 membawa modal kerja penukaran uang sebesar Rp4,3 miliar.

Namun, perjalanan ERB tahun ini tidak sekadar membawa misi layanan kas. Ekspedisi tersebut juga menjadi bagian dari aksi kemanusiaan bagi masyarakat yang tengah menjalani pemulihan setelah bencana gempa bumi di sejumlah wilayah Flores bagian utara.

Baca Juga :  Kantor Pertanahan Kabupaten Tapanuli Utara Gelar Ibadah Persekutuan Umat Kristiani

Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) Kantor Pusat dan Kantor Perwakilan Dalam Negeri Bidang Sosial bersama TNI Angkatan Laut turut menyalurkan bantuan berupa sembako dan obat-obatan kepada masyarakat terdampak di Pulau Riung, Pulau Palue, dan Pulau Pemana.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus memberikan dukungan moral bagi warga yang masih menghadapi berbagai keterbatasan dalam proses pemulihan pascabencana.

Kehadiran ERB di wilayah kepulauan juga menjadi bukti bahwa pelayanan Bank Indonesia tidak berhenti di pusat-pusat perkotaan. Dengan dukungan TNI AL, layanan Rupiah dapat dibawa hingga wilayah yang memiliki tantangan geografis dan akses transportasi yang tidak mudah.

Komandan Kodaeral VII Kupang, Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, CHRMP., M.Tr.Opsla, mengatakan ERB 2026 merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Bank Indonesia dan TNI AL dalam menjaga kedaulatan Rupiah sekaligus menghadirkan kepedulian bagi masyarakat terdampak bencana.

Baca Juga :  Seorang Pegawai Koperasi PNM, Tewas Terseret Banjir

Menurutnya, keberadaan KRI Hiu-634 menjadi sarana penting untuk membawa layanan dan bantuan menuju pulau-pulau yang membutuhkan perhatian. Selain sembako dan obat-obatan, ekspedisi ini juga membawa pesan bahwa masyarakat di wilayah terpencil tetap menjadi bagian penting dari perhatian negara.

Sementara itu, Gubernur NTT yang diwakili Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Yohanes Oktovianus, berharap perjalanan ERB 2026 tidak hanya membawa Rupiah, tetapi juga membawa semangat kebersamaan dan kehadiran negara bagi masyarakat di setiap daerah yang disinggahi.

Ia juga berpesan kepada seluruh personel yang terlibat agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta keselamatan selama menjalankan ekspedisi.

“Ketika KRI Hiu berlayar meninggalkan Kupang, yang dibawa bukan hanya Rupiah, tetapi juga pesan bahwa negara hadir,” demikian pesan yang disampaikan dalam pelepasan ERB 2026.

Baca Juga :  GEMAPATAS Akan Dicanangkan Serentak di 23 Kabupaten/Kota, Kepala Biro Humas dan Protokol: Dipimpin Langsung oleh Menteri Nusron Wahid

Pelepasan ekspedisi tersebut turut dihadiri Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Yohanes Oktovianus, Komandan Kodaeral VII Kupang Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, CHRMP., M.Tr.Opsla, serta sejumlah pejabat instansi vertikal dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT.

Melalui pelaksanaan ERB 2026, Bank Indonesia dan TNI AL berharap masyarakat di pulau-pulau 3T tidak hanya memperoleh akses terhadap uang Rupiah yang layak edar, tetapi juga mendapatkan edukasi kebanksentralan serta merasakan manfaat nyata dari pelayanan dan kepedulian negara.

Ekspedisi ini sekaligus mempertegas bahwa menjaga kedaulatan Rupiah dapat berjalan beriringan dengan membangun solidaritas kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat kepulauan yang sedang berjuang bangkit dari dampak bencana.

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!