banner 468x60
BeritaMalakaProv Nusa Tenggara Timur

“Sarjana Karena Kopra, Sukses karena Doa Orang Tua”: Kisah Haru Maria Magdalena Muti yang Berhasil Meraih Gelar Sarjana Karena Usaha Kopra

Avatar photo
157
×

“Sarjana Karena Kopra, Sukses karena Doa Orang Tua”: Kisah Haru Maria Magdalena Muti yang Berhasil Meraih Gelar Sarjana Karena Usaha Kopra

Sebarkan artikel ini

Malaka – Perjuangan kedua orang tua Markus Nana bersama Istrinya Yulita Fouk mencari kelapa dan mengolah kopra akhirnya mengantarkan Maria Magdalena Muti, S.E., meraih gelar sarjana. Sang ayah yang telah memasuki usia tua bahkan masih rela memanjat pohon kelapa yang tinggi demi masa depan putrinya.

 

banner 468x60

Di balik toga dan gelar sarjana yang kini disandang Maria Magdalena Muti, tersimpan kisah perjuangan dan pengorbanan kedua orang tua yang begitu luar biasa.

 

Bagi Maria Magdalena Muti, keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi bukan sekadar pencapaian pribadi. Ada keringat, air mata, kerja keras, dan doa kedua orang tua yang menjadi bagian terbesar dari perjalanan tersebut.

 

Ia mengisahkan bahwa dirinya berhasil meraih gelar sarjana berkat usaha dan perjuangan ayah serta ibunya melalui pekerjaan mencari kelapa dan mengolah kopra.

 

Setiap hari, kedua orang tuanya berkeliling kampung untuk mencari kelapa. Pekerjaan itu mereka jalani dengan tekun demi mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membiayai pendidikan putri mereka.

Baca Juga :  Hati-hati Bertanya.! Tidak Terima Sering Ditanya Kenapa Belum Menikah? Pria Ini Bunuh Tetangganya

 

Bahkan, sang ayah yang usianya sudah tidak muda lagi tetap rela memanjat pohon kelapa yang tinggi. Di tengah keterbatasan fisik dan usia, ia tidak pernah menyerah. Baginya, tidak ada yang lebih berharga daripada melihat anaknya berhasil meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

 

Perjuangan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil. Maria Magdalena Muti berhasil menyelesaikan pendidikan dan menyandang gelar Sarjana Ekonomi (S.E.).

Momen paling mengharukan terjadi saat acara syukuran wisudanya. Di hadapan keluarga besar dan para tamu undangan, Maria Magdalena Muti memeluk erat ayah dan ibunya sambil menangis.

 

Suasana seketika berubah haru. Para tamu undangan yang menyaksikan momen tersebut turut meneteskan air mata. Pelukan itu bukan sekadar ungkapan kebahagiaan, melainkan bentuk penghormatan dan rasa terima kasih atas segala pengorbanan yang telah diberikan kedua orang tuanya.

Baca Juga :  Sinta Mauly Agnes Tamba Bersama Tim Ikatan Notaris Indonesia Memberikan Bantuan Sosial Kepada Korban Banjir Bandang Di Bakkara

 

Ada sebuah motto yang begitu mendalam dan menggambarkan perjalanan hidupnya:

“Sarjana Karena Kopra, Sukses karena Doa Orang Tua.”

Kalimat sederhana tersebut menyimpan makna yang luar biasa. Kopra menjadi sumber perjuangan untuk membiayai pendidikan, sementara doa dan restu kedua orang tua menjadi kekuatan yang mengiringi setiap langkah hingga mencapai keberhasilan.

 

 

Dalam kesempatan itu, Maria Magdalena Muti menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada ayah dan ibunya atas segala pengorbanan yang tidak mungkin terbalaskan dengan apa pun. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh keluarga besar yang telah memberikan dukungan, semangat, dan doa selama perjalanan pendidikannya.

Baca Juga :  Reaksi laporan warga, Tim Tarsius Presisi Polres Bitung Amankan Pemuda Bawa Sajam di Aer Ujang - Girian Permai

 

Kisah ini menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak selalu lahir dari keluarga yang memiliki banyak harta. Ada anak-anak yang berhasil meraih gelar sarjana berkat perjuangan orang tua yang setiap hari bekerja dalam keterbatasan, bahkan harus mengorbankan tenaga dan usia demi masa depan anaknya.

 

Hari ini, Maria Magdalena Muti boleh berdiri dengan gelar Sarjana Ekonomi di belakang namanya. Namun, di balik gelar tersebut, ada dua sosok luar biasa yang pantas mendapatkan penghormatan setinggi-tingginya: ayah dan ibu yang telah menjadikan kelapa dan kopra sebagai jalan untuk mengantarkan anaknya menuju masa depan.

 

Karena pada akhirnya, toga boleh dikenakan oleh seorang anak, tetapi perjuangan untuk meraihnya adalah milik kedua orang tua.

“Sarjana Karena Kopra, Sukses karena Doa Orang Tua” itulah Motto dari Maria Magdalena Muti.,S.E    (Ridho)

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!