banner 468x60
BeritaDaerahNasionalProv Nusa Tenggara Timur

Tongke Lima, Permata Wisata Pesisir Alor yang Butuh Sentuhan Pembangunan

Avatar photo
63
×

Tongke Lima, Permata Wisata Pesisir Alor yang Butuh Sentuhan Pembangunan

Sebarkan artikel ini

 

ALOR – Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyimpan beragam destinasi wisata alam yang menawarkan keindahan khas wilayah kepulauan. Salah satunya adalah Tongke Lima, kawasan pantai di Desa Aimoli, Kecamatan Alor Barat Laut (Abal), yang menyuguhkan air laut jernih, suasana alami, serta panorama senja yang memikat.

banner 468x60

Berjarak sekitar 25 kilometer dari Kota Kalabahi, Tongke Lima menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana pantai tanpa harus berada di tengah keramaian kota. Keindahan alam yang masih relatif terjaga menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.

Pesona Tongke Lima turut menarik perhatian puluhan wartawan mitra Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT bersama sejumlah staf BI yang mengunjungi lokasi itu pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Rombongan menempuh perjalanan menggunakan sekitar sembilan mobil Toyota Kijang Innova. Waktu tempuh sekitar 45 menit dari Kalabahi memberikan kesempatan bagi para pengunjung untuk melihat lanskap wilayah Alor sebelum tiba di kawasan pantai.

Meski demikian, perjalanan menuju destinasi tersebut belum sepenuhnya nyaman. Kondisi sejumlah ruas jalan beraspal yang mengalami kerusakan menjadi tantangan tersendiri bagi pengunjung yang hendak menikmati keindahan Tongke Lima.

 

Setibanya di lokasi, suasana pantai yang tenang menjadi penyambut perjalanan rombongan. Hembusan angin laut, kejernihan air, dan lingkungan yang relatif bersih menghadirkan pengalaman berbeda dari rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Baca Juga :  Tim Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri Kunjungi Polres Bitung

 

 

Para wartawan dan staf BI memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati suasana pantai, berfoto bersama, serta mengabadikan panorama alam yang menjadi salah satu kekayaan wisata Kabupaten Alor.

 

Di balik keindahan alamnya, Tongke Lima juga memperlihatkan peran masyarakat lokal dalam mengelola kawasan yang menjadi tempat kunjungan wisata.

 

Saat berada di lokasi, sejumlah wartawan berbincang dengan nelayan setempat untuk menggali informasi mengenai aktivitas dan pengelolaan kawasan pantai tersebut.

 

 

Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan, pengunjung dikenakan biaya parkir atau masuk kawasan sebesar Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Pengelolaan lokasi melibatkan para pemuda setempat, sedangkan lahan yang digunakan merupakan milik perseorangan.

 

 

Kondisi ini menunjukkan adanya peluang bagi Tongke Lima untuk berkembang sebagai destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Jika dikelola secara terarah, aktivitas wisata dapat membuka kesempatan usaha bagi warga, termasuk melalui penjualan makanan dan minuman maupun produk lokal.

 

Namun, pengembangan tersebut perlu disertai pengaturan yang jelas, terutama terkait pengelolaan lahan, pelayanan pengunjung, kebersihan, dan pemeliharaan lingkungan.

Baca Juga :  Dandim 1310/Bitung Dampingi Pangdam XIII/Merdeka pada Pemberangkatan Personel ke Sitaro

Menikmati Senja di Pesisir Alor

 

 

Daya tarik lain yang membuat Tongke Lima patut dikunjungi adalah panorama matahari terbenam pada waktu dan kondisi cuaca yang mendukung.

Perubahan warna langit menjelang malam menciptakan pemandangan yang menarik bagi pengunjung yang ingin bersantai maupun mengabadikan momen melalui kamera.

 

 

Keindahan seperti ini menjadi modal penting bagi pariwisata Alor. Sebuah destinasi tidak selalu membutuhkan bangunan megah untuk menarik perhatian wisatawan. Lanskap alam yang memikat, suasana yang nyaman, dan lingkungan yang terawat justru dapat menjadi keunggulan tersendiri.

 

 

Kebersihan pantai, pengelolaan sampah, penataan area parkir, serta penyediaan fasilitas dasar dapat dilakukan secara bertahap tanpa menghilangkan keaslian lingkungan pesisir.

Akses Jalan Menjadi Catatan Penting

 

 

Di tengah potensi yang dimiliki, persoalan akses jalan masih menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Kerusakan pada sejumlah bagian jalan dapat memengaruhi kenyamanan perjalanan dan menjadi pertimbangan bagi wisatawan yang ingin berkunjung.

 

 

Perbaikan infrastruktur diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mempermudah akses menuju kawasan wisata.

Selain pemerintah dan instansi terkait, partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk memastikan kawasan tetap bersih, tertib, dan nyaman. Pemuda setempat yang telah terlibat dalam pengelolaan lokasi dapat menjadi bagian penting dalam upaya tersebut, terutama melalui pengelolaan pelayanan wisata dan kegiatan pemeliharaan lingkungan.

Baca Juga :  Kantor Pertanahan Kabupaten Tapanuli Utara Tetap Berikan Layanan Prima pada 1 Januari 2026

 

 

Koordinasi antara pemilik lahan, pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait juga diperlukan agar pengembangan Tongke Lima dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih luas.

Potensi Wisata yang Layak Dikembangkan

Kunjungan wartawan mitra BI NTT bersama staf BI pada Kamis sore menjadi gambaran bahwa Tongke Lima memiliki daya tarik alam yang layak diperkenalkan lebih luas.

Kejernihan air laut, suasana pantai yang relatif bersih, serta panorama senja menjadi modal yang dapat mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Alor.

 

Ke depan, tantangannya bukan sekadar mendatangkan lebih banyak pengunjung, melainkan memastikan bahwa peningkatan aktivitas wisata berjalan seiring dengan perbaikan akses, penyediaan fasilitas dasar, dan pelestarian lingkungan.

 

Pesona Tongke Lima memperlihatkan bahwa kekayaan pariwisata daerah tidak hanya terletak pada destinasi yang telah populer. Di sejumlah sudut pesisir, masih terdapat keindahan alam yang menunggu perhatian, pengelolaan, dan dukungan pembangunan agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat tanpa kehilangan karakter alaminya.

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!