Pelajar Kupang Dilibatkan Kembangkan Urban Farming untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Kupang – Upaya menjaga stabilitas harga pangan di Nusa Tenggara Timur terus diperkuat melalui berbagai inovasi. Salah satunya dengan melibatkan pelajar tingkat SMA dan SMK di Kota Kupang dalam program urban farming yang dipadukan dengan pengembangan produk olahan cabai.
Program yang digagas melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT, TPID Kota Kupang, Bank Indonesia, serta dunia pendidikan ini bertujuan meningkatkan produksi pangan dari lahan-lahan terbatas di lingkungan sekolah. Selain menghasilkan komoditas hortikultura, kegiatan tersebut juga menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk mengenal praktik pertanian modern.
Cabai dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki peran penting dalam pembentukan inflasi akibat fluktuasi harganya yang cukup tinggi. Oleh karena itu, hasil panen tidak hanya dimanfaatkan dalam bentuk segar, tetapi juga diarahkan untuk diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah dan daya simpan lebih lama.
Melalui pendekatan tersebut, para pelajar diperkenalkan pada seluruh proses, mulai dari budidaya tanaman, pengelolaan hasil panen, hingga pengembangan usaha berbasis pertanian. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Menurut TPID Provinsi NTT, kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, dan institusi pendidikan menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Keterlibatan sekolah dinilai mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang produktif sekaligus mendukung pengendalian inflasi dari sisi ketersediaan pasokan.
Dengan semakin banyak sekolah yang mengembangkan urban farming, pasokan cabai diharapkan dapat lebih terjaga, terutama pada periode tertentu ketika harga berpotensi mengalami kenaikan. Sementara itu, pengolahan hasil panen menjadi produk turunan juga diyakini dapat mengurangi risiko kerugian akibat kelebihan produksi.
Ke depan, program ini direncanakan untuk diperluas ke lebih banyak sekolah di Kota Kupang maupun kabupaten lainnya di Nusa Tenggara Timur. Melalui penguatan peran generasi muda di sektor pertanian, pemerintah berharap tercipta sumber daya manusia yang inovatif, produktif, serta mampu mendukung ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi daerah secara berkelanjutan.















