Progres Melejit, BPJN Wilayah II NTT Kejar Rampung Jembatan dan Longsoran
Kupang, – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah II Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat kemajuan signifikan dalam pelaksanaan program preservasi jalan dan jembatan sepanjang tahun 2026. Hingga 24 Juli 2026, realisasi fisik pekerjaan telah mencapai 64,92 persen atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 50,20 persen.
Pencapaian tersebut menghasilkan surplus progres sebesar 14,72 persen, yang menunjukkan pelaksanaan pekerjaan berada di atas rencana dan membuka peluang penyelesaian sejumlah paket lebih cepat dari jadwal kontrak.
Kepala Satuan Kerja (Satker) PJN 2, Fahrudin, mengatakan seluruh paket preservasi yang berada di bawah tanggung jawab PJN 2 saat ini berjalan sesuai target tanpa ada pekerjaan yang masuk kategori kritis.
“Kami memastikan seluruh paket preservasi masih on the track. Tidak ada paket kritis di PJN 2. Kami optimistis pekerjaan jembatan dapat PHO bulan depan, begitu juga penanganan longsoran yang ditargetkan selesai lebih cepat dari masa kontrak pada November,” ujar Fahrudin saat ditemui media di Kupang, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, percepatan terus dilakukan terutama pada paket penanganan longsoran dengan memanfaatkan kondisi cuaca yang masih kondusif sebelum memasuki musim penghujan. Penyedia jasa diminta mengoptimalkan pekerjaan agar proses Provisional Hand Over (PHO) dapat dilakukan pada Agustus mendatang.
Saat ini, pekerjaan longsoran telah memasuki tahap penyelesaian, meliputi pengisian timbunan, pemasangan lapis agregat, hingga pengaspalan.
Fahrudin menjelaskan, paket penanganan longsoran reguler di wilayah PPK 2.1 berjalan sesuai jadwal tanpa mengalami keterlambatan. Sementara tiga titik lainnya yang berada di bawah PPK 2.5 juga menunjukkan progres yang positif.
“Kami sedang mengejar percepatan agar seluruh pekerjaan bisa PHO sebelum musim hujan tiba. Walaupun kontraknya berakhir pada 15 November, kami berharap penyelesaiannya sudah bisa dilakukan bulan depan karena progres di lapangan cukup baik,” katanya.
Selain penanganan longsoran, pembangunan Jembatan Fungnafen juga mencatat perkembangan menggembirakan. Hingga akhir Juli, progres fisik jembatan mencapai 66,03 persen, lebih tinggi dibandingkan target 61,19 persen atau mengalami surplus sebesar 4,84 persen. Apabila tidak terdapat kendala teknis maupun administrasi, proyek tersebut ditargetkan selesai dan siap diserahterimakan pada Agustus 2026.
Di balik capaian tersebut, BPJN Wilayah II NTT masih menghadapi tantangan dalam penanganan titik-titik longsoran akibat keterbatasan anggaran. Dari sekitar 100 titik longsoran yang menjadi kewenangan PJN 2, sekitar 50 persen di antaranya belum dapat ditangani secara menyeluruh.
Untuk mengurangi risiko gangguan terhadap konektivitas jalan nasional, PJN 2 berencana mengusulkan penanganan 10 titik longsoran tambahan pada tahun anggaran 2027. Usulan tersebut akan disesuaikan dengan kebijakan dan persetujuan pemerintah pusat. Selain itu, apabila tersedia sisa anggaran pada pekerjaan longsoran tahun berjalan, penambahan lokasi penanganan akan diupayakan melalui mekanisme adendum kontrak.
Dengan progres yang melampaui target, BPJN Wilayah II NTT optimistis seluruh paket pekerjaan tahun anggaran 2026 dapat diselesaikan sesuai bahkan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan. Percepatan ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan infrastruktur jalan nasional sekaligus meminimalkan potensi gangguan lalu lintas saat musim hujan mulai berlangsung.















