BITUNG – Kesiapan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diperkuat melalui Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla yang digelar Kodim 1310/Bitung bersama Pemerintah Kota Bitung di Lapangan Sari Cakalang, Kelurahan Pakadoodan, Kecamatan Maesa, Kamis (3/9/2026).
Apel dipimpin Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E., dan melibatkan unsur TNI, Polri, Damkar dan Penyelamatan, BPBD, BNPB, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan serta para camat se-Kota Bitung.
Sejumlah personel dan kendaraan pendukung turut disiagakan, di antaranya armada pemadam kebakaran Kodim 1310/Bitung, Yonif TP 916/Bara Sakti dan Pemkot Bitung, serta dua unit ambulans Dinas Kesehatan.
Dalam arahannya, Wali Kota Hengky Honandar mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah Karhutla dengan tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan api. Warga juga diminta tidak membakar sembarangan maupun membuang puntung rokok yang dapat memicu kebakaran.
Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditindaklanjuti secara cepat.
Usai apel, Wali Kota bersama Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ, Kapolres Bitung AKBP Arie Sulistyo Nugroho, S.I.K., M.H., dan jajaran Forkopimda mengecek langsung kesiapan armada serta sarana pendukung penanggulangan Karhutla.
Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ mengatakan, apel tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan personel sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor menghadapi potensi Karhutla.
“Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja, tetapi membutuhkan sinergitas dan kerja sama semua pihak, termasuk TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci dalam menghadapi Karhutla. Kodim 1310/Bitung, lanjut Dewa Made, siap mendukung pemerintah daerah dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan sesuai tugas dan kewenangan.
“Kita harus mengedepankan upaya pencegahan. Deteksi dini, komunikasi yang cepat dan koordinasi di lapangan menjadi hal yang sangat penting,” tegasnya.
Kegiatan turut dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Bitung, Kodaeral VIII, Basarnas Sulut, BMKG Bitung, Yonif TP 916/Bara Sakti, Subdenpom XII/1-2 Bitung, serta sejumlah pejabat Pemkot Bitung dan para camat se-Kota Bitung. (Redaksi)















