banner 468x60
Berita

KADIN NTT Buka Peluang Kolaborasi Batam-Kupang untuk Perdagangan Lintas Negara

Avatar photo
6
×

KADIN NTT Buka Peluang Kolaborasi Batam-Kupang untuk Perdagangan Lintas Negara

Sebarkan artikel ini

 

KUPANG — Peluang Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi salah satu kawasan strategis dalam perdagangan lintas negara kembali dibahas. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT mempertemukan pelaku usaha, pemerintah, akademisi serta KADIN Kepulauan Riau dan KADIN Kota Batam dalam sebuah forum yang membahas pengembangan perdagangan bebas di wilayah perbatasan.

banner 468x60

Forum Group Discussion (FGD) tersebut berlangsung di Wisma Alak, Kota Kupang, Selasa (15/9/2026), dengan mengangkat tema *“Membangun Ekosistem Perdagangan Bebas, Investasi dan Industri Lintas Batas Indonesia dan Negara Timor Leste yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan.”*

Pertemuan tersebut menjadi ajang pertukaran pengalaman antara dunia usaha di NTT dengan daerah yang telah memiliki pengalaman dalam pengembangan perdagangan bebas, khususnya Batam dan Kepulauan Riau.

Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto mengatakan, letak geografis NTT yang berdekatan dengan Timor Leste dan Australia menjadi salah satu modal penting dalam mengembangkan aktivitas perdagangan dan investasi.

Baca Juga :  Buka Rakor GTRA Provinsi Bali, Menteri Nusron Ingatkan Kepala Daerah Prioritaskan Masyarakat Miskin sebagai Subjek TORA

Menurut Bobby, pengalaman Batam dapat menjadi bahan pembelajaran bagi NTT dalam menyiapkan konsep pengembangan *Free Trade Zone* (FTZ), termasuk memahami berbagai tantangan yang pernah dihadapi daerah tersebut.

KADIN NTT, kata dia, telah menyiapkan konsultan untuk membantu penyusunan konsep FTZ. Targetnya, arah dan konsep yang akan diusung dapat dipersiapkan pada akhir tahun.

Selain pengembangan FTZ, KADIN NTT juga mendorong terbentuknya hubungan kerja sama antarkota antara Kupang dan Darwin melalui konsep *Friendship City* atau *Sister City*. Komunikasi dengan pihak Timor Leste dan Australia juga disebut telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Dari pihak Kepulauan Riau, Ketua KADIN Kepri Ir. Nur Mustava menyatakan kesiapan untuk berbagi pengalaman sekaligus membuka peluang jaringan usaha dengan NTT.

Baca Juga :  KSPSI Bitung Angkat Suara Soal PHK: Hak Pekerja Jangan Diabaikan

Menurutnya, pengalaman Batam sebagai kawasan perdagangan yang memiliki konektivitas dengan Singapura dan Malaysia dapat menjadi referensi bagi pengembangan pusat perdagangan baru di wilayah perbatasan.

Sementara itu, Ketua KADIN Kota Batam Roman Nasir Hutabarat melihat adanya peluang kolaborasi antara pelaku usaha Batam dan Kupang. Posisi Kupang yang dekat dengan Timor Leste dan Australia dinilai membuka ruang bagi pengembangan berbagai kegiatan ekonomi.

Kepala Bapperida Provinsi NTT Theresia Maria Florentina juga menyambut pelaksanaan FGD tersebut. Ia menilai kawasan perbatasan tidak hanya perlu dipandang sebagai wilayah terluar, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk membangun kerja sama ekonomi.

Baca Juga :  Menekan Angka Korupsi di Gunungkidul,KPK Gelar Bimtek Keluarga Berintegritas

Ia menekankan pentingnya memanfaatkan kedekatan sosial dan sejarah NTT dengan Timor Leste sebagai modal untuk memperkuat hubungan perdagangan dan ekonomi.

NTT sendiri memiliki sejumlah sektor yang dapat dikembangkan untuk mendukung konektivitas ekonomi lintas batas, termasuk UMKM, pariwisata dan industri pengolahan. Salah satu tantangan yang dibahas adalah kebutuhan memperkuat industri pengolahan agar bahan baku yang tersedia di NTT dapat menghasilkan produk bernilai tambah.

Melalui forum tersebut, KADIN NTT bersama para pemangku kepentingan mulai memetakan peluang kerja sama sekaligus pengalaman yang dapat diterapkan dalam pengembangan perdagangan lintas batas.

Pembahasan FTZ diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi berlanjut pada penyusunan konsep, penguatan jaringan usaha dan kerja sama konkret yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan NTT.

banner 468x60
banner 468x60
error: Content is protected !!