KUPANG – Pelaksanaan pekerjaan preservasi jalan nasional di wilayah kerja Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) II Nusa Tenggara Timur terus digenjot. Hingga September 2026, progres pekerjaan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 87 persen.
Pencapaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pekerjaan preservasi memasuki tahapan akhir. Namun, pengawasan terhadap perkembangan fisik maupun realisasi keuangan tetap dilakukan untuk memastikan seluruh paket pekerjaan berjalan sesuai kontrak dan target yang telah ditetapkan.
Kasatker PJN II NTT, Fahrudin, ST, mengatakan pekerjaan preservasi secara umum masih berlangsung sesuai tahapan pelaksanaan. Pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap setiap paket yang sedang dikerjakan.
Menurut Fahrudin, apabila terdapat kendala dalam proses pekerjaan, penyelesaiannya akan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait sehingga tidak mengganggu target penyelesaian.
“Progres paket pekerjaan preservasi sejauh ini berjalan normal. Belum ada masalah. Kalaupun ada masalah, tetap kita selesaikan dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh paket pekerjaan yang berada di bawah tanggung jawab PJN II terus diarahkan agar dapat diselesaikan sesuai jadwal. Tahapan pekerjaan juga akan terus dievaluasi hingga seluruh kegiatan memasuki proses serah terima.
Pihak PJN II menargetkan seluruh paket preservasi dapat mencapai tahap *Provisional Hand Over (PHO)* pada Desember 2026.
Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan pekerjaan jalan nasional di wilayah NTT selesai tepat waktu, dengan tetap memperhatikan ketentuan teknis dan kualitas konstruksi.
Dengan waktu pelaksanaan yang semakin terbatas, pengawasan terhadap progres pekerjaan menjadi penting, terutama untuk memastikan tidak terjadi keterlambatan pada paket-paket yang masih membutuhkan penyelesaian.
Satker PJN II pun terus mendorong kontraktor dan pihak terkait untuk menjaga ritme pekerjaan hingga seluruh paket dapat diselesaikan dan memasuki tahapan akhir sesuai target.
Pemantauan lapangan serta percepatan penyelesaian terhadap persoalan yang muncul menjadi langkah yang dilakukan untuk menjaga pelaksanaan preservasi jalan nasional tetap berada pada jalur yang telah direncanakan.
KEVIN FALENTINO















