TANJUNG MULIA | Fokus-news.online — Keresahan muncul di tengah masyarakat Desa Tanjung Mulia menyusul keluhan sejumlah petani mengenai hilangnya hasil kebun, terutama tandan buah segar kelapa sawit dan berondolan.
Warga menyebut kejadian tersebut bukan hanya terjadi sekali, tetapi telah berulang dan mulai berdampak terhadap pendapatan petani yang menggantungkan penghasilan dari hasil perkebunan.
Sejumlah warga menduga hasil sawit yang hilang tidak berhenti pada pelaku pencurian di lapangan. Mereka meminta aparat penegak hukum menelusuri kemungkinan adanya pihak yang menerima atau membeli hasil kebun yang diduga berasal dari aktivitas ilegal.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, hilangnya sawit dan berondolan telah cukup lama menjadi keluhan masyarakat.
“Petani sering mendapati hasil kebun berkurang atau hilang. Kami berharap persoalan ini jangan hanya dilihat dari pelaku yang mengambil di kebun, tetapi juga ditelusuri ke mana hasil tersebut dijual,” ujarnya.
Muncul Dugaan Penampungan
Dalam informasi yang berkembang di tengah masyarakat, muncul dugaan terhadap seorang warga berinisial JL alias Joel yang disebut-sebut menampung sawit dan berondolan.
Namun demikian, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih memerlukan klarifikasi dari yang bersangkutan maupun hasil penyelidikan aparat kepolisian.
Redaksi menegaskan bahwa penyebutan dugaan tersebut bukan merupakan kesimpulan bahwa pihak yang disebut telah melakukan tindak pidana.
Karena itu, aparat penegak hukum diharapkan dapat melakukan pemeriksaan secara objektif terhadap informasi masyarakat, termasuk menelusuri asal-usul sawit yang diperjualbelikan serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan kasus kehilangan hasil kebun.
Petani Minta Rasa Aman
Bagi masyarakat Tanjung Mulia, persoalan ini bukan semata soal kehilangan hasil panen, tetapi juga menyangkut rasa aman dalam menjalankan usaha perkebunan.
Apabila aksi pencurian terus berulang, petani dikhawatirkan bukan hanya mengalami kerugian ekonomi, tetapi juga kehilangan rasa nyaman dalam mengelola kebun mereka sendiri.
Warga berharap kepolisian dapat meningkatkan patroli, menerima laporan masyarakat, serta menindaklanjuti setiap informasi secara terukur dan berdasarkan bukti.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap pihak mana pun yang dicurigai.
Polisi Diminta Telusuri dari Hulu ke Hilir
Penanganan persoalan ini dinilai tidak cukup hanya mengejar pelaku pencurian di kebun.
Apabila memang ditemukan adanya jaringan penampungan atau pihak yang dengan sengaja menerima hasil kebun yang berasal dari tindak pidana, warga berharap penyelidikan dilakukan hingga ke jalur distribusinya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memutus mata rantai pencurian sekaligus memberikan perlindungan yang lebih nyata terhadap petani.
Hingga berita ini disusun, JL alias Joel belum memberikan keterangan terkait informasi yang disampaikan warga. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak yang disebut, serta kepada kepolisian setempat mengenai tindak lanjut atas keresahan masyarakat tersebut.
(Rifin/Redaksi)















