KUPANG, 6 Oktober 2026 — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur bersinergi dengan Pemerintah Provinsi NTT sukses menyelenggarakan **Flobamorata Creative Expo (FCE) 2026** pada 2–4 Oktober 2026 di Lippo Plaza Kupang. Kegiatan ini menjadi wadah pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif daerah, sekaligus wujud solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di Pulau Flores.
Mengusung tema **”Flobamorata Berkarya, Menuju Perekonomian Berdaya dan Berkelanjutan”**, FCE 2026 merupakan transformasi dari ajang sebelumnya *Exotic Tenun Fest* dengan cakupan yang lebih luas — tidak hanya menonjolkan wastra dan tenun, tetapi juga memperkuat pengembangan kopi, kuliner, serta berbagai produk unggulan inovatif khas NTT.
Pembukaan FCE 2026 dihadiri langsung Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia Julia Nomleni, unsur Forkopimda, Wali Kota Kupang, para Bupati dan Wakil Bupati, jajaran pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, pelaku UMKM, serta mitra strategis.
Kehadiran beragam pemangku kepentingan ini mencerminkan kekuatan sinergi dalam mendorong potensi unggulan NTT menjadi sumber pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Perwakilan BI NTT Adidoyo Prakoso menyampaikan kegiatan ini dirancang dengan kerangka: *Impactful, Inklusif, Integrasi, dan Sinergi*. “FCE 2026 menjadi wadah nyata bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya, memberikan dampak yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, serta menyatukan langkah Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi NTT secara sinergis,” ujarnya.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi transformasi menuju FCE 2026 sebagai langkah strategis memperluas potensi ekonomi kreatif daerah. “Ekonomi kreatif bukan sekadar pameran, melainkan instrumen untuk memperkuat identitas budaya, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Pemerintah Provinsi NTT mendorong FCE menjadi momentum kolaborasi, perluasan jejaring, dan percepatan transformasi ekonomi daerah berbasis kreativitas dan inovasi.
Sementara itu, Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan FCE 2026 menjadi ruang strategis mengembangkan potensi NTT sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. “Kekayaan NTT tidak hanya tenun, tetapi juga kopi, kelor, kuliner, dan beragam produk kreatif lainnya. Pertumbuhan berkelanjutan dibangun melalui pendekatan ekonomi kerakyatan, salah satunya pengembangan UMKM, dengan sinergi lintas pihak,” ungkapnya.
FCE 2026 juga mengusung semangat **”Boka Ngere Ki, Bere Ngere Ae”** — bermakna bersama, saling peduli, dan menguatkan untuk bangkit — sebagai wujud solidaritas bagi masyarakat terdampak bencana di Flores.
Selain dukungan simbolis dari Gubernur BI berupa kebutuhan pangan, obat-obatan, tempat tinggal sementara, hingga sarana pendidikan, kegiatan ini juga mengumpulkan donasi tambahan melalui kontribusi penjualan UMKM, QRIS ChariTree, dan lelang tenun, dengan total **Rp29.099.266**. Dana tersebut akan disalurkan untuk pemulihan masyarakat Flores, termasuk penyediaan sanitasi, akses air bersih, dan sarana pembelajaran.
Rangkaian kegiatan FCE 2026 menegaskan komitmen Kantor Perwakilan BI NTT untuk terus mendorong pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif secara berkelanjutan — melalui peningkatan kualitas produk, pelestarian budaya, hilirisasi komoditas, digitalisasi, perluasan akses pasar, dan penguatan kolaborasi lintas pihak. Fokus utama tetap pada pengembangan tiga komoditas andalan: wastra, kopi, dan kuliner, guna meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, kementerian/lembaga, Dekranasda, OJK, perbankan, dunia usaha, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi.















