TOBA – Kelangkaan BBM bersubsidi disetiap SPBU jalan Lintas Sumatera Kabupaten Toba, (Sumut) menjadi sorotan masyarakat, menurut masyarakat pengguna, bahwa BBM bersubsidi langka bukan hanya karena penyaluran dan stoknya yang terbatas. Tapi didukung oleh adanya aktifitas pemain atau penimbunan BBM bersubsidi tersebut.
” Betul, dikabupaten Toba ini juga banyak mafia penimbun BBM bersubsidi. Ada yang mainnya subuh biasanya pukul 03:00- 05.00 Wib tapi ada juga yang main siang! kita lihat juga itu mobil pick up tapi isinya drum didalam yang sudah dirakit dipompa lagi dari tanki bawah ke drum yang ada diatas pick up-nya! Ini salah satu penyebab Biosolar sering menghilang dari peredaran.” ujar Mangidup Aritonang.(26 Oktober 2026)
Aritonang juga menjelaskan bahwa salah satu mobil pick up Mitsubitshi L300 bernopol BK 8240 EC bisa 6 kali melakukan pengisian BBM bersubsidi diberbagai SPBU yang ada di jalan Sumatera Kabupaten Toba.
” Dihari yang sama, setelah kita ikuti mobil pick up tersebut, sudah 6 kali melakukan pengisian BBM dibeberapa SPBU yang ada dikabupaten Toba ini.” sambung Aritonang.
Dari data poto dan video yang didapatnya bahwa mobil pick up L300 nopol BK 8240 EC sudah melakukan pengisian BBM Bersubsidi berkali-kali pada 26 Oktober 2026, berikut rinciannya;
1. Pada pukul 09:10 Wib, BK 8240 EC pengisian BBM bersubsidi jenis Biosolar di SPBU 14223305 Balige.
2. Pada pukul 09: 23 Wib, BK 8240 EC pengisian di SPBU 1422301 Balige.
3. Pukul 09:40 Wib BK 8240 EC melakukan pengisian BBM bersubsidi di SPBU 14223304 Laguboti.
4.Pukul 10:10 Wib, BK 8240 EC di SPBU Porsea
5. Pukul 11:40 Wib pengisian di SPBU 14223304 Laguboti
6. Pukul 12:06 Wib, pengisian di SPBU 14223305 Balige.
“Kita lihat Pick up L300 BK 8240 EC ini mencurigakan, lalu kita cegat dan tanya pas di SPBU 14223305 Balige. Kita lihat adda drum besar didalam pick upnya, Si pemainnya ini mengakuinya juga, Bahkan dia cerita juga bahwa dia setor juga ke oknum APH. Tetkait hal ini juga kan agak janggal, apa ini ada kerja sama? Masa 2 kali mobil yang sama bisa mengisi BBM bersubsidi dengan barkode tidak berbeda NOPOLnya?” jelas Aritonang.
Hal ini pun dikonfirmasi kepada Edison Hutabarat salah satu pemilik SPBU 14223305 Balige, mengatakan membenarkan bahwa pegawainya dengan orang yang berbeda dan waktu yang berbeda melakukan pengisian ke BBM bersubsidi ke Mobil Pick Up BK 8240 EC.
“Kalau kami kan persoalannya kan.. seolah-olah tau kami asese dengan pekerjaan begini. Iyakan makanya orang bapak mau lanjut konfirmasi ke Migas.” ujarnya Edison Hutabarat dengan nada tinggi.
Dengan menunjukkan surat perjanjian karyawan bermaterai dengan,
” Bapak Baca ini, kalian bawa ini ke Migas! Bawak kalian ini ke Migas,,” kata Edison.
Ditanya, apakah ini hanya kesalahan keryawan?
“Coba bapak menilai sendiri, karena ada aturan kalau saya memukuli orang dilapor saya. Nga naing kuseat i asa botoonmu ( Dia pengen kubacok biar kamu tahu). Kalau ditutup SPBU ini seratus oranglah tidak makan, kalian tahu itu? Saya tidak pernah acc masalah begini!” ujar Edison.
Menanggapi pernyataan Edison tersebut, Mangidup Aritonang mengatakan bahwa Edison terkesan terlalu arogan dalam penyampaiannya.
“Wajar dikonfirmasi terkait hal itu, karena beliau sebagai pengusaha jenis usaha menjual BBM yang disubsidi oleh pajak rakyat. Apakah Edison sudah benar menjalankan aturan itu dan bersih menjalankan usaha pendistribusian BBM bersubsidi tersebut? Terkait penyampainnya tersebut, tidak bermoral. Nanti kita cek semua dulu semua dokumen-dokumennya di Instansi terkait.” ujar Mangidup.
(Timbul.S)















