TARUTUNG — Pengalaman organisasi tidak semata-mata menjadi catatan perjalanan, tetapi juga menjadi proses pembentukan kepemimpinan, kemampuan membangun jejaring, mengelola perbedaan, serta menghadirkan kerja nyata. Hal tersebut menjadi bagian dari rekam jejak Riovold Sipahutar dalam menyatakan kesiapan maju sebagai bakal calon Ketua Ikatan Alumni (IASTA) IAKN Tarutung periode 2026–2031.
Riovold memiliki pengalaman sebagai Ketua BPC GMKI Cabang Tarutung Masa Bakti 2014–2016. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses kepemimpinannya dalam membangun konsolidasi organisasi, komunikasi, serta semangat pelayanan di tengah keberagaman.
Tidak berhenti pada pengalaman organisasi, Riovold juga tercatat sebagai salah satu pendiri PERDIKSI (Pendidik Siswa Kristen Indonesia), sebuah gerakan yang memiliki perhatian terhadap pendidikan dan pembentukan generasi. Pengalaman ini menjadi relevan dengan identitas IAKN Tarutung sebagai institusi pendidikan Kristen yang memiliki tanggung jawab untuk melahirkan sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berdampak bagi masyarakat.
Jika dipercaya memimpin IASTA, pengalaman tersebut diarahkan untuk membangun jejaring alumni yang lebih produktif. Alumni tidak hanya menjadi bagian dari komunitas yang berkumpul, tetapi juga dapat mengambil peran dalam mendukung mahasiswa, membuka jejaring profesi, memperkuat kolaborasi, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan almamater.
Gagasan tersebut dirangkum dalam semangat “ Dari alumni untuk almamater, dari pengalaman menjadi pengabdian, dan dari persaudaraan menjadi kekuatan untuk berkarya bersama.” Dengan demikian, IASTA diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan pengalaman, potensi, dan kepedulian alumni untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan IAKN Tarutung.
(REDAKSI)















